Suhu Politik Kota Tasikmalaya Mulai Memanas

Diposting oleh Cheria Holiday on Kamis, 23 Agustus 2007

Dua hari menjelang pelaksanaan kampanye calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Selasa (21/8) kemarin, suhu politik di kota tersebut mulai memanas. Hal itu setidaknya ditandai oleh manuver politik di gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

Yakni, gara-gara Wali Kota Bubun Bunyamin telat datang selama satu jam ke gedung dewan untuk mengikuti rapat paripurna, sejumlah anggota dewan langsung melakukan walkout.

Mereka yang meninggalkan gedung dewan adalah 4 orang anggota dewan dari Fraksi PKS, 5 PBR, dan ada juga 3 orang dari PAN yang hanya menandatangan daftar hadir, tetapi tidak masuk ruangan. Mereka adalah pendukung calon pasangan Wali Kota/Wakil Wali Kota Syarif Hidayat/Dede Sudrajat yang juga rival pasangan Bubun Bunyamin/Noves Narayana.

Ketua Fraksi PKS Yadi Mulyadi mengatakan kepada "PR", aksi walkout bukan manuver menyerang Bubun. Namun, pihaknya merasa kesal karena tindakan Wali Kota Bubun Bunyamin yang telat datang untuk mengikuti sidang paripurna. Padahal, dirinya bersama anggota dewan lain sudah menunggu selama satu jam.

"Rapat paripurna untuk acara persetujuan rancangan perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Tasikmalaya tahun 2006 dan rekomendasi laporan keterangan pertanggungjawaban Wali Kota akhir masa jabatan 2002-2007, dijadwalkan pukul 13.00 WIB. Namun, Wali Kota Bubun datang sejam kemudian. Ini seperti melecehkan dewan, sehingga kami melakukan aksi walkout," kata Yadi.

Aksi walkout itu sendiri dilakukan Fraksi PKS ketika sidang baru dibuka, yang ditandai interupsi dari anggota PKS Ade Ruhimat. Ade menginterupsi kalau dirinya akan walkout dan aksi itu akhirnya diikuti anggota PKS lainnya.

Sedangkan, anggota FPBR hanya menandatangani daftar hadir tanpa masuk ke dalam ruangan sidang. Tanda tangan dilakukan sebelum sidang dimulai, termasuk tiga anggota dari PAN. "Kami memang dengan PBR sepakat untuk walkout," kata Yadi Mulyadi.

Namun, sidang tetap dilanjutkan, sekalipun anggota dewan yang hadir hanya 17 orang. Mereka yang hadir sebagian besar dari Golkar, PDIP, dan PKB yang merupakan pendukung Bubun. Sebelumnya, Fraksi PPP tidak akan masuk sidang, tetapi Pepen, salah satu anggota dewan dari fraksi itu mengimbau agar rekannya mempunyai kedewasaan politik. Pepen meminta semua anggota PPP hadir dan akhirnya masuk ruang sidang.

Tidak sinkron

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Nurul Awalin mengatakan, anggota Fraksi PKS memang melakukan walkout, tetapi tidak menjelaskan alasannya. Sedangkan PBR maupun beberapa anggota PAN hanya menandatangani daftar hadir, namun tidak mengikuti sidang. "Kondisi ini menunjukkan suhu politik mulai panas," ujarnya.

Ketua Fraksi PDIP Ade Cahyanto mengatakan, sebenarnya sidang bisa dimulai tepat waktu karena sudah ada Wakil Wali Kota Syarif Hidayat. Mestinya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya melakukan konfirmasi kepada Wali Kota Tasikmalaya, apakah sidang cukup diwakilkan oleh dia atau tidak.

"Namun, kami melihat hal itu tidak dilakukannya. Selain itu, banyak acara panmus sering telat, bahkan sempat ditunda tiga hari karena anggota dewan tidak disiplin atau sering Wali Kota menunggu berjam-jam untuk rapat paripurna, karena dewan belum lengkap," kata Ade.

Wali Kota Bubun Bunyamin ketika diminta tanggapannya, mengatakan, sebaiknya masalah itu ditanyakan ke Ketua Dewan Kota Tasikmalaya. Bubun mengatakan, sebelum ke dewan memang ada acara, yaitu mengikuti peringatan Hari Jadi Kab. Tasikmalaya, di Kawalu.

"Harapan kita, kalau ada rapat paripurna, antara panmus dan eksekutif membicarakan jadwal. Karena, mungkin saja pada acara bersamaan, kita punya acara lain. Selama ini, tidak ada sinkronisasi soal waktu," ujarnya. (A-97)***

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/082007/22/0311.htm

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar

Cheria Bandung

Cheria  Bandung
Graha Internasional ( Bank of Tokyo ) Lt3 Jl. Asia Afrika No.129, Bandung 40112

Info Haji Bandung