Tim kampanye calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi, mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cimahi dan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di tingkat RW, menyosialisasikan para calon kepala daerah secara maksimal kepada masyarakat. Hal itu untuk mengantisipasi tingginya tingkat golput (golongan putih) di Cimahi yang diprediksi mencapai 20%.
Tuntutan itu disampaikan para tim kampanye, dalam diskusi yang digelar Forum Diskusi Wartawan Cimahi bersama Padjadjaran TV (PJTV), di Studio PJTV, Jln. Cipamokolan, Bandung, Selasa (21/8). Menurut Ketua Tim Kampanye Pawennei - Syambas, Herry S. Sutandi, jika angka golput mencapai 20%, penyelenggaraan pemilu di Cimahi bisa dikatakan gagal. Sebab jumlah pemilihnya hanya 393.900-an.
Hal senada disampaikan Ketua Tim Kampanye Iwa-Diah, Achmad Zulkarnain dan Sudiarto dari Tim Pasangan Itoc-Eddy. Untuk itu, sosialisasi kepada masyarakat diharapkan bisa dimanfaatkan untuk antisipasi golput.
Meski begitu, Ketua KPU Cimahi Ikin Sodikin mengaku, pihaknya sudah menyosialisasikan pilkada dan para calon kepada masyarakat, baik melalui media massa, baliho, maupun poster-poster. Upaya itu tentu harus didukung parpol dengan menyosialisasikan kepada masyarakat dan kadernya tentang pelaksanaan pilkada di Cimahi yang akan digelar 8 September mendatang.
Sementara itu, Eki Baihaki dari Universitas Langlangbuana mengatakan, fenomena golput tidak bisa dihindari. Hal itu terjadi antara lain karena faktor apatis masyarakat, siapapun kepala daerah yang terpilih tidak akan membawa perubahan bagi Cimahi; representasi calon tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat, atau tidak terakomodasikannya calon yang diinginkan masyarakat; serta faktor lainnya.
Home »Unlabelled » Golput Pilkada Cimahi Diprediksi 20%
Cheria Bandung
Graha Internasional ( Bank of Tokyo ) Lt3 Jl. Asia Afrika No.129, Bandung 40112
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar