Agum & Dadang Akan Melamar ke Golkar?
BANDUNG, (PR).-
Dinamika politik menjelang Pemilihan Umum Gubernur/Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2008 mulai menggeliat. Beberapa tokoh di Jabar serta lapisan masyarakat mulai mencuat ke permukaan, seiring dibukanya pendaftaran bakal calon gubernur/wagub oleh beberapa partai politik.
Pada hari pertama pendaftaran bakal cagub/cawagub oleh DPD Partai Golkar Jabar, Selasa (11/9), mantan Kapolda Jabar Dadang Garnida mengambil formulir pendaftaran. Namun, Dadang tidak datang sendiri, melainkan diwakili dengan melampirkan surat kuasa bermeterai. Satu nama lainnya yang mengambil formulir pada hari pertama adalah Andri yang menulis jabatannya pada formulir sebagai Direktur CV Subahi dengan alamat Jln. Ahmad Yani Bandung.
Sementara itu, konstelasi politik Jabar menjelang Pilgub 2008 semakin melebar, dengan deklarasi aliansi 15 partai politik menghadapi momen suksesi tersebut di Hotel Horison Bandung, pada hari yang sama. DPD PDIP dan DPW PKB Jabar membangun aliansi strategis dengan 13 partai politik yang tidak memiliki kursi di parlemen Jabar.
Dengan berbasiskan perolehan suara pada Pemilu 2004, gabungan suara 15 parpol itu berjumlah 31,07% atau 6.434.420 suara pemilih. Ke-13 parpol “nonkursi” itu adalah PNI Marhaenisme, PBSD, Partai Merdeka, PPDK, PPIB, PNBK, PKPI, PPDI, PBR, PDS, P2P, PSI, dan Partai Pelopor.
Menurut Wakil Ketua Tim Pemenangan Pilkada DPD PG Jabar, Ali Hasan, Andri mengambil formulir sendiri, sedangkan Dadang Garnida diwakilkan kepada stafnya yang beralamat di Kompleks Griya Cempaka Arum Bandung. “Pengambilan formulir memang bisa diwakilkan dengan menyertakan surat kuasa, tapi saat pengembalian nanti harus dilakukan sendiri oleh yang bersangkutan,” ungkap Ali Hasan di Sekretariat DPD PG Jabar Jln. Maskumambang Bandung, Selasa (11/9).
Ali menambahkan, pihaknya mendapat telefon dari seseorang yang mengaku staf mantan Menteri Perhubungan dan Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar di Jakarta, Selasa siang. “Pihak yang mengaku stafnya Pak Agum itu mengatakan akan mengambil formulir pendaftaran. Tapi sampai pukul 16.00 WIB (11/9--red.), staf Pak Agum itu belum mengambil formulir,” ujarnya.
Ditanya tentang pengusungan duet Danny Setiawan-Uu Rukmana sebagai cagub/cawagub sebagaimana usulan mayoritas DPD PG kabupaten/kota, menurut dia, prosedur yang ditempuh juga sama. “Artinya, baik Pak Danny maupun Pak Uu harus mendaftar secara resmi kepada PG Jabar. Kalau tidak mendaftar, otomatis tidak bisa ikut proses penjaringan oleh internal PG Jabar,” kata Ali Hasan.
Demikian pula dengan wacana pengusungan Bupati Indramayu Irianto M.S. Syafiuddin (Yance) untuk menjadi cagub/cawagub, juga harus menempuh prosedur serupa. “ Nanti, semua nama akan digodok dan disurvei oleh LSI melalui DPP. Hasilnya dibahas pada rapimda sesuai juklak,” paparnya.
Pendaftaran cagub/cawagub oleh DPD PG Jabar berlangsung 11-17 September. Pengembalian formulir 17-29 September, survei oleh LSI 2 Oktober-2 November, rapimda/pemilihan cagub 5 November, dan pada 11 Desember deklarasi pasangan cagub/cawagub.
Belum komitmen
Tercantumnya nama Dadang Garnida dalam bursa pendaftaran DPD PG Jabar menguatkan pernyataan DPW PKS Jabar yang sebelumnya menegaskan mantan Kapolda Jabar itu belum tentu diusung partai tersebut.
“Sampai hari ini, PKS dan PKPB masih belum membuat komitmen politik apa pun dengan siapa pun sebagai cagub/cawagub. Termasuk, Pak Dadang Garnida, Pak Nana Permana, Pak Dahlan Abdul Hamid, serta Pak Danny Setiawan. Kecuali, komunikasi-komunikasi politik informal,” ungkap Sekretaris Umum DPW PKS Jabar, Yudi Widiana Adia.
PKS Jabar dan PKPB kemungkinan baru akan mengerucutkan kandidat serta kemungkinan memperluas koalisi politik, pada akhir Ramadan atau setelah Idulfitri nanti. “Kita masih menjajaki semua kemungkinan. Komunikasi internal dengan beberapa pimpinan parpol sudah dilakukan,” katanya.
Sementara itu, DPW PAN Jabar yang juga sudah membuka pendaftaran balon cagub/cawagub, Ketua Umum DPD HKTI Jabar Rudy Gunawan mendaftar sebagai balon wagub. “Saya ingin mewakili kepentingan kalangan petani, tanpa mengesampingkan kebijakan propertanian yang dilakukan pemerintah saat ini, yang masih berada dalam kondisi memprihatinkan,” ujarnya.
Masuknya Rudy Gunawan, menambah balon gubernur/wagub yang mendaftar lewat PAN Jabar, setelah sebelumnya tercantum nama akademisi yang juga Wakil Ketua II Binpres KONI Jabar, Amung Ma’mun.
Perluas spektrum
Di sisi lain, PDIP melakukan manuver politik mengejutkan dengan menggandeng PKB dan 13 parpol “nonkursi”. Dalam deklarasi itu, belum muncul pernyataan figur yang diusung. PDIP yang sebelumnya sudah mengusung nama Ketua DPD PDIP Jabar Rudy Harsa Tanaya sebagai cagub/cawagub, kini harus membahasnya dengan PKB dan 13 parpol lainnya.
Rudy sendiri menepis persepsi masuknya PDIP dalam aliansi 15 parpol sebagai kemunduran dari keputusan Rakerda II PDIP di Bogor, Februari lalu, yang mengusung dirinya sebagai cagub/cawagub. “Hal itu termasuk yang akan dibahas dalam pembicaraan politik seluruh komponen aliansi. Diharapkan akan muncul kesepahaman bersama,” ujarnya.
Sekretaris DPW PKB Jabar Syaiful Huda menegaskan, yang terpenting dari aliansi 15 parpol adalah upaya memperluas spektrum pilihan politik menjelang pilgub.
“Minimal kini semakin terbuka kemungkinan-kemungkinan opsi politik dari semakin luasnya koalisi dan aliansi yang dilakukan. Hal itu untuk memperluas kemungkinan opsi dan pilihan politik bagi publik,” ucapnya.
Dihubungi terpisah, Ketua DPW PAN Jabar Ahmad Adib Zain mengatakan, partainya belum memutuskan koalisi dengan partai mana pun. Hal itu untuk memastikan dulu platform yang akan diusung bersama. “Jangan sampai koalisi atau aliansi yang digagas hanya bersandar pada kepentingan praktis atau bahkan pragmatisme belaka,” katanya. (A-64)***
Home »Unlabelled » Agum & Dadang Akan Melamar ke Golkar?
Cheria Bandung
Graha Internasional ( Bank of Tokyo ) Lt3 Jl. Asia Afrika No.129, Bandung 40112
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar