Tampilkan postingan dengan label kiat haji dan umrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kiat haji dan umrah. Tampilkan semua postingan

Tips Menghindari Tersesat Saat Ibadah Haji

Diposting oleh Cheria Holiday on Kamis, 29 September 2011

Penyebab Tersesat dan Tips menghindarinya.

Anda yang saat ini akan berangkat ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam kelima, pasti ingin persiapan beribadah haji anda tidak terganggu dan terbentuk sesempurna mungkin.

Jika demikian, anda sebaiknya mempersiapkan semua hal hingga sedetil mungkin. Termasuk, jangan sampai anda tidak kehilangan arah saat keluar atau menuju tempat pemondokan.

Bagaimana tips agar kenyamanan beribadah tidak terganggu oleh hal tersebut? Ada beberapa hal yang bisa diikuti oleh anda dan menerapkannya di sana.

Berikut adalah tips yang bisa anda ikuti:




Yang pertama, jangan pernah lupa menghafalkan lokasi pondokan atau hotel yang menjadi tempat tinggal anda di tahah suci. Lihat sekeliling tempat pondokan baik di Madinah atau Mekkah atau tenda anda ketika di Mina. Lihat apakah ada tanda-tanda khusus di dekat pondokan anda seperti mesjid atau gedung-gedung lainnya.

Fungsinya, agar jika anda keluar dari pondokan, anda tidak terlalu kesulitan menemukan kembali jalan pulang. Biasanya, menghafal lokasi pondokan tidak terlalu sulit dilakukan bagi jamaah yang berusia muda. Namun, tidak bagi yang berusia lanjut.

Jika pun memang lokasi pondokan tetap tidak bisa dihafalkan, ada cara lain yang bisa anda lakukan. Yakni, dengan mencatat nomor telepon atau kontak pimpinan rombongan atau pembimbing haji rombongan anda.

Cara ketiga yang bisa anda lakukan jika kesulitan menemukan jalan pulang, adalah dengan membiasakan berangkat untuk bepergian bersama rombongan jamaah haji. Biasanya, dengan cara ini, jamaah akan terjamin keberadaannya karena selalu ditemani oleh pemandu. Namun demikian, meski cara ini menjamin jamaah tidak tersesat, tetap saja harus diwaspadai hal-hal terhadap hal itu.

Karenanya, jika anda sudah bersama rombongan dan ternyata masih saja kesulitan mencari jalan pulang dan bahkan tersesat, tidak ada salahnya jika anda mengikuti cara berikutnya yaitu dengan mengikuti jamaah haji lain yang sama-sama berasal dari Indonesia.

Dengan mengikuti jamaah yang sama dari Indonesia, anda diharapkan bisa lebih mudah berkomunikasi dan menjelaskan kesulitan anda dalam menemukan jalan pulang. Cara ini memang sangat familiar dilakukan, karena memang dianggap mudah untuk dilakukan oleh para jamaah.

Jika memang cara-cara yang disebut di atas tersebut masih saja membuat anda kesulitan menemukan jalan pulang dan bahkan tersesat, ada baiknya dicoba juga cara berikutnya, yaitu dengan mencari petugas haji yang ada di sekitar tempat anda tersesat. Dengan mencari petugas, dipastikan anda akan mendapat penjelasan soal arah pulang dan tempat tinggal yang anda tidak hafal.

Atau, jika memang petugas yang anda perlukan itu tidak kunjung ditemukan, sebaiknya anda harus selalu bersiaga membawa tanda pengenal sebelum berangkat dari hotel.

Dengan membawa tanda pengenal, seharusnya anda bisa lebih mudah dalam menemukan jalan pulang karena orang-orang akan mengetahui dari mana anda berasal.[Ant]




Penyebab Tersesat

Tersesat merupakan kasus terbesar yang dialami para jamaah ketika berhaji. Adapun alasan mereka tersesat adalah sebagai berikut.

• Pintu Berbeda

Jangankan bagi jamaah yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji, jamaah yang sudah lebih lima kali saja masih sering tersesat, terutama saat berada di Masjidil Haram. Hal ini bisa dimaklumi karena memang jumlah pintu Masjidil Haram ada 94 pintu. Kebanyakan mereka yang tersesat karena berbeda pintu ketika masuk dan saat keluar.

• Usia Jamaah

Walaupun jamaah yang berusia lanjut tidak selalu akan lebih mudah tersesat dibanding dengan jamaah haji yang masih muda usia, namun memang begitu faktanya. Mayoritas jemaah yang tersesat berusia 60 tahun ke atas. Sedangkan rombongan jamaah haji asal Indonesia memang didominasi jamaah berusia lanjut (60 tahun), yaitu sekitar 60%.

• Bepergian Seorang Diri

Masih banyak jamaah haji yang bepergian seorang diri karena suatu urusan, seperti mengambil sandal yang dititipkan di tempat penitipan sandal yang terletak jauh di luar. Padahal, untuk mengambil sandal tersebut harus antri dengan ratusan jamaah lainnya dengan risiko mengambil jalan yang salah saat kembali.

• Terlalu Jauh Meninggalkan Tenda

Biasanya hal ini terjadi saat melempar jumroh di Mina. Kondisi area perkemahan yang sangat luas dengan jalan-jalannya yang rumit serta hamparan ribuan tenda yang hampir sama, sangat memungkinkan membuat jamaah bingung saat ingin kembali tenda. Oleh karenanya, jangan sendirian dan jangan terlalu jauh meninggalkan tenda.




===== Haji, Umrah
More about → Tips Menghindari Tersesat Saat Ibadah Haji

Tips Memilih Waktu Terbaik Untuk Umrah

Diposting oleh Unknown on Minggu, 25 September 2011

Umrah adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Pelaksanaannya hampir mirip dengan ibadah haji, yaitu dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjid Al Haram.

Perbedaan umrah dengan haji hanyalah waktunya. Umrah bisa dilaksanakan sewaktu-waktu (kecuali hari Arafah tanggal 10 Dzulhijah dan hari-hari Tasyrik tanggal 11,12,13 Dzulhijah). Dan bila dilakukan saat bulan Ramadhan, pahalanya sama dengan melakukan ibadah haji (tapi tetap tidak membatalkan kewajiban berhaji). Sementara haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8-12 Dzulhijah. Pemilihan Waktu.

Bicara soal waktu, meski umrah bisa dilakukan kapan saja, pemilihan waktu sendiri sebenarnya cukup penting. Ini ada hubungannya dengan kondisi Arab Saudi yang memiliki iklim gurun. Pada musim panas (Juni-Agustus) suhu udara bisa mencapai lebih dari 45 derajat celcius. Sebaliknya pada musim dingin (November-Februari) suhu pada siang hari 38-42 derajat celsius, sementara malam bisa mencapai 8 derajat celsius. Pada bulan Maret-Mei, cuaca bisa dikatakan sedang sejuk dan lebih bersahabat. Mengingat cuaca yang begitu panas, ada baiknya memilih waktu sesuai dengan kondisi Anda.

Jika Anda termasuk orang yang mudah lelah, atau Anda memilih beribadah dengan rasa nyaman, pilihlah waktu dengan cuaca bersahabat. Pasalnya, setelah melalui penerbangan yang lumayan panjang (sekitar 10 jam penerbangan) dan perbedaan waktu lebih kurang 4 jam di belakang waktu Jakarta (GMT+3), Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu dengan beribadah yang dilakukan tidak hanya di dalam masjid, tapi juga di ruang terbuka. Namun, ibadah umrah sendiri selain banyak diminati pada bulan Ramadhan, juga ramai dilakukan pada musim liburan (Juni-Agustus).

Jadi jika Anda memutuskan melaksanakannya di bulan-bulan itu, ada sedikit tips. Selalu gunakan pakaian berwarna putih yang memantulkan panas matahari. Dengan begitu, energi Anda tidak mudah terkuras karena panas tidak diserap baju dan tubuh. Bulan Menentukan Biaya. Pemilihan waktu sendiri juga menentukan besarnya biaya yang akan Anda keluarkan.

Jika Anda memilih pergi umrah di musim liburan, menjelang musim haji atau menjelang Ramadhan, maka biaya yang dikeluarkan pasti akan lebih besar. Mengapa? Karena umumnya kenaikan paket umrah terjadi di tiga musim ini. Pertama karena pada musim-musim tersebut biasanya peminat umrah meningkat Kedua, pada saat ini terjadi persaingan ketat antar sesama meskapai penerbangan. Otomatis ini mempengaruhi pesawat yang akan dipergunakan. Pihak travel kesulitan untuk mendapatkan tarif pesawat di bawah 1.000 dolar AS untuk penerbangan Indonesia - Saudi Arabia.

Nah, jika Anda ingin mencari biaya perjalanan yang cenderung murah, ambillah paket umrah pada bulan Januari hingga Mei. Pada semester ini, harganya biasanya lebih murah dibandingkan paket umrah untuk bulan Juni, Juli hingga Oktober atau Desember.
More about → Tips Memilih Waktu Terbaik Untuk Umrah

Kiat Memilih Mitra Penyelenggara Travel Haji Dan Umroh

Diposting oleh Cheria Holiday on Jumat, 26 November 2010

Banyaknya penyelenggara ibadah haji dan umroh ternyata tidak serta merta memudahkan para calon tamu Allah untuk pergi ke tanah suci. Seringkali kita dengar kabar yang kurang baik tentang calon tamu Allah misalnya: gagal atau batal berangkat, program tidak sesuai dengan harapan,pembimbing ibadah haji dan umroh yang aqidahnya menyimpang, dan hal-hal lain yang merugikan para calon tamu Allah.

Merujukan pada pengalaman-pengalaman tersebut, kita sebagai calon tamu Allah mesti pandai untuk menentukan mitra penyelenggara. Berikut ini beberapa hal yang dapat dijadikan rujukan untuk memilih mitra penyelenggara :

1. Legalitasnya
2. Program Ibadah Haji dan Umrah merujuk seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw.
3. Program yang sesuai dengan keinginan dan harapan kita.
4. Pembimbing ibadahnya yang sesuai syariat Islam.
5. Pihak penyelenggara memiliki program nilai plus dibalik penyelenggaraan ibadah haji maupun umroh.

Demikian disampaikan semoga ini menjadi poin penting bagi calon tamu Allah untuk menentukan pilihan mitra penyelenggara ibadah haji dan umroh atau setidaknya bisa menentramkan hati para calon tamu Allah yang telah mendaftar kan diri pada pihak penyelenggara yang benar.
More about → Kiat Memilih Mitra Penyelenggara Travel Haji Dan Umroh

Cheria Bandung

Cheria  Bandung
Graha Internasional ( Bank of Tokyo ) Lt3 Jl. Asia Afrika No.129, Bandung 40112

Info Haji Bandung