Menu Ramadhan yang menyehatkan

Diposting oleh Cheria Holiday on Selasa, 11 September 2007

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa, berikut adalah resep menu makanan sehat selama kita menjalankan ibadah ramadhan. moga bermanfaat.

Puasa Ala "Food Combining" Demi Kesehatan

BERPUASA pada bulan suci Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Islam. Karenanya, selama berpuasa satu bulan itu kita perlu tetap mempertahankan kesehatan tubuh.

Berpuasa ala Food Combining atau pola kombinasi makan serasi adalah salah satu alternatif untuk menjaga kesehatan tubuh selama menjalankan puasa di bulan Ramadan. Kenapa? Karena pola Food Combining menganjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan alami dan segar.

Sebetulnya, pola Food Combining merupakan pola makan yang mengacu kepada pola 4 sehat 5 sempurna dengan memperhatikan mekanisme alamiah tubuh manusia, sehingga pencernaan makanan, penyerapan sari makanan, dan pembuangan sampah makanan dapat berjalan dengan baik, yang memberikan efek segar dan sehat kepada tubuh.

Ciri dominan pola Food Combining adalah:

1. Sumber karbohidrat atau pati dikonsumsi secara terpisah dari protein hewani. Alasannya, agar pencernaan makanan dapat bekerja lebih efektif dan efisien.

2. Mengonsumsi lebih banyak buah-buahan matang segar dan sayuran, terutama sayuran mentah.

3. Makan sekenyangnya dengan mengatur porsi sayuran dan buah-buahan matang segar antara 60 persen s.d. 70 persen dari seluruh menu satu hari, sedangkan porsi protein, zat pati, dan lemak berkisar hanya 30 persen s.d. 40 persen.

Pola menu puasa ala Food Combining sebagai berikut:

Makan Sahur:

-Mulai dengan 1 gelas juice buah tanpa gula atau pemanis (diminum pelan-pelan), 10 menit kemudian 1 porsi buah potongan (sekenyangnya/sesukanya, kunyah pelan-pelan), 30 menit kemudian 1 gelas air susu kedelai (buatan sendiri) atau 2 butir telur ayam kampung rebus, 30 menit kemudian boleh untuk satu atau dua hari pertama puasa, setelah minum susu mengonsumsi makanan pati seperti bubur menado (bubur beras isi sayuran) atau mi (bukan instan) kuah isi sayuran tanpa baso.

- Hari ke-1 s.d. ke-3, memang agak berat, kita sedang mengalami proses detoksifikasi sehingga kadang-kadang bisa muncul gejala lemas, pusing, mual. Jika gejala ini, muncul jangan minum obat apa pun, karena gejala tersebut sebenarnya merupakan tanda bahwa racun sudah mulai keluar dari badan kita. Istirahat saja dan waktu berbuka minum air bening cukup banyak. Setelah hari ketiga biasanya kita lebih energik dan tidak terasa terlalu lapar.

Buka puasa:

-1 cangkir air jahe hangat+ 1 sdt madu. (air jahe: 75 gr jahe segar dibakar sebentar, buang kulitnya, lalu digeprek/dipukul. Masukkan ke dalam air mendidih dan jerang selama 5 menit. Resep ini cukup untuk 5 cangkir).

Setelah 5 menit kemudian, minum 1 atau 2 gelas juice buah tanpa gula atau pemanis (jangan terlalu dingin). Selanjutnya, 10 menit kemudian beberapa butir kurma atau sale pisang atau kismis.

Setelah salat Magrib:

-Juice sayuran, 10 menit kemudian.

-Menu pati atau protein (selang-seling dari hari ke hari)

-Banyak makan sayuran terutama sayuran mentah.

Setelah salat Tarawih:

Hanya makanan kecil dan ringan (1 atau 2 potong kue rasa asin atau sup bening atau pisang segar)

Contoh menu puasa sehari ala Food Combining:

Makan Sahur:

-1 gelas juice (50 gr pepaya+50 gr nenas+100 cc air matang suhu kamar)

-1 porsi potongan buah (150 gr sawo+150 gr mangga).

-1 gelas susu kedelai boleh ditambah 1 sdt madu.

Buka puasa:

-1 cangkir jahe hangat+1 sdt madu

-1 atau 2 gelas juice (100 gr mangga+100 gr jeruk medan diambil airnya+100 cc air matang dingin)

-2 atau 3 butir kurma atau sale pisang

Setelah salat Magrib

-1 gelas juice wortel (dari 200 gr wortel, gunakan juicer)

-Menu pati: -nasi merah, karedok aneka sayuran, pepes tahu, sayur kacang merah.

Selain itu, boleh juga contoh menunya adalah:

-Menu hewani: Steak ikan kakap, karedok aneka sayuran, pepes tahu, sayur kacang merah

Setelah salat Tarawih

1 atau 2 buah pisang ambon, atau 2 potong bala-bala (buatan sendiri), atau keroket isi sayuran.

Beberapa tips's menjalani menu ala Food Combining.

1. Tanamkan kepercayaan bahwa Allah SWT akan membimbing kita dalam melakukan kebaikan.

2. Ikuti menu ala Food Combining secara jujur, baik, dan benar.

3. Makan dilakukan dengan tidak tergesa-gesa.

4. Porsi makan tidak terlalu banyak.

5. Perbandingan protein hewani: sayuran = 1 : 3

Perbandingan karbohidrat: sayuran = 1 : 3

6. Hindari makanan tinggi gula/karbohidrat sederhana, rendah serat, santan, makanan instan/kaleng/fast food selama puasa. Makanan kurang gizi hanya membuat kita lebih kelaparan dan menambah kita menjadi rentan terhadap penyakit, seperti maag, diabetes, hipertensi, dan kenaikan berat badan.

7. Sesering mungkin mengonsumsi pati berkulit air seperti beras merah.

8. Mengonsumsi buah-buahan atau sayuran sebaiknya bervariasi, agar tidak bosan dan menghindari penumpukan zat gizi tertentu saja.

Jika berpuasa ala Food Combining dijalankan dengan jujur, benar dan konsisten, banyak keuntungan yang dapat diraih dalam mempertahankan kesehatan selama bulan Ramadan. Pascapuasa atau pada bulan Syawal, insya Allah dapat beraktivitas secara rutin dengan penuh semangat energik. Heni Suhaeni Kamil M.S.Pd. (Dari berbagai sumber)***

Penulis, pengajar di SMA Pasundan 3 Bandung.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar

Cheria Bandung

Cheria  Bandung
Graha Internasional ( Bank of Tokyo ) Lt3 Jl. Asia Afrika No.129, Bandung 40112

Info Haji Bandung