Fraksi-PKS Online: Anggota Komisi VII DPR RI Wahyudin Munawir mensinyalir adanya permainan oknum pada kelangkaan minyak tanah yang terjadi di sejumlah provinsi. “Awas ada yang memancing di air keruh, dengan dalih mengurangi subsidi ada oknum yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan,” kata Wahyudin, Rabu (22/8) di Jakarta.
Semakin meratanya kelangkaan minyak tanah hingga ke Propinsi Banten dan DKI Jakarta, kata Wahyudin, menguatkan dugaan bahwa minimnya ketersediaan bahan bakar tersebut bukan karena pengurangan jumlah subsidi. Sebab di beberapa wilayah masih banyak yang belum mendapatkan pembagian tabung gas elpiji 3 kilogram secara gratis, namun masyarakat sudah harus antri untuk mendapatkan minyak tanah.
Menurut Wahyudin stok minyak tanah bersubsidi bisa saja diselundupkan oknum ke luar daerah atau dijual ke industri. Kemudian alih-alih minyak tanah dikurangi, ternyata dijual ke pihak lain dengan harga yang lebih mahal.
Anggota DPR asal Jawa Barat ini karenanya mendesak BPH Migas untuk bekerja keras mengawasi distribusi minyak tanah. Dia juga meminta PT Pertamina lebih cermat lagi dalam melakukan sosialisasi dan distribusi tabung elpiji 3 kilogram ke masyarakat.
Di lain pihak Pemerintah dalam hal ini Presiden dan Para Menterinya, kata Wahyudin lebih lanjut, harus lebih kreatif dalam program konversi energi. Jangan hanya mengandalkan gas bumi, briket batu bara dan briket batok kelapa bisa menjadi alternatif. "Yang penting jangan biarkan rakyat terus antri dan kehilangan waktu produktifitasnya," tegasnya. (nisa)
Pengirim: Khairunnisa Update: 23/08/2007 Oleh: Navis
Home »Unlabelled » Wahyudin: Permainan Oknum Dibalik Kelangkaan Mintak Tanah
Wahyudin: Permainan Oknum Dibalik Kelangkaan Mintak Tanah
Diposting oleh Cheria Holiday on Sabtu, 25 Agustus 2007
Cheria Bandung
Graha Internasional ( Bank of Tokyo ) Lt3 Jl. Asia Afrika No.129, Bandung 40112
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar