Bocornya Agenda Golkar 2009

Diposting oleh Cheria Holiday on Sabtu, 25 Agustus 2007

Persaingan Tiga Partai: Golkar Terlalu Jujur?


Untuk merebut kemenangan, dalam bidang apapun juga diperlukan strategi. Bahkan, dalam suatu peperangan menang kalahnya ditentukan oleh suatu strategi yang jitu. Strategi ini merupakan barang rahasia yang harus dilindungi. Untuk membobol strategi lawan itulah dipergunakan personel dan aparat yang handal, semacam James Bond dari MI-6 Inggris, atau Mossad yang dikelola Israel.

Strategi juga berlaku dalam persaingan atau perang dagang untuk melumpuhkan kompetitor masing-masing, apalagi dalam perang politik semacam untuk merebut suara dari masyarakat dalam Pemilu 2009 mendatang. Alih-alih strategi yang dirumuskan dalam dokumen rahasia itu disimpan dalam brankas yang kode untuk membukannya hanya diketahui oleh sekjen atau pejabat yang disumpah, eh Golkar dengan jujurnya telah mengobral rahasia memenangkan pemilu mendatang kepada publik dan bahkan secara mendetail.

Disitu juga digambarkan siapa kompetitor pertama, kedua, dan seterusnya. Apa kekuatan dan kelemahan lawan-lawan dan bagaimana menghadapinya agar Golkar menang dalam Pemilu 2009. Entah darimana sumbernya wartawan menanyakan kebenaran dokumen Rencana Strategis Pemenangan Pemilu 2005-2009 yang menyebutkan bahwa Partai Dempokrat (PD) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai ancaman bagi Golkar pada Pemilu 2009. Peserta acara penutupan rapat kerja nasional yang diikuti seluruh pimpinan Golkar dari tingkat pusat (DPP Partai Golkar) tingkat provinsi, pemda, pemkot, Fraksi Golkar di DPR, dan ormas-ormas pendiri agak tersentak juga mendengar pertanyaan itu. Sebab materi itu tidak dibahas dalam seluruh rangkaian acara-acara raker itu.

Entah apakah karena Golkarnya yang jujur atau wartawannya yang lihai, maka terkuaklah rencana terselubung itu, terutama yang berkaitan dengan Partai Demokrat, partainya Presiden SBY yang siapa ketua umum Golkar yang Wapres itu sedang menjalankan bahtera kapal Indonesia menuju pantai bahagia. Reaksi keras kemudian muncul dari orang-orang tertinggi PKS, yaitu Ketua Dewan Pakar DPP PKS Soreipto dan juga Ketua Umum DPP PKS Tifatul Sembiring.

Sementara PD rupanya masih menyimpan tenaga dengan hanya mengeluarkan pendapat ketua angkatan mudanya saja, Akbarfaizal. Itupun sekedar suatu penyesalan belaka. Berbeda dengan PD, serangan balik seperti yang dilakukan PKS cukup keras dengan menyebut bahwa Golkar, masih didominasi oleh unsur-unsur Orde Baru. Jangan-jangan PAN dan PPP juga nanti ikut nimbrung menyerang Golkar.

Orang khawatir jangan-jangan, bila nahkoda dan juru mudi apalagi kalau para awak ikut kurang serasi apalagi mempunyai tujuan yang berbeda akibat tekanan partai masing-masing, tujuan nasional yang lebih besar tak bisa dicapai dengan lancar. Bagaikan iklan pemilu yang berbunyi, inga-inga, ketua Angkatan Muda Partai Demokrat sekedar mengatakan ''ingat lho, yang mengusung Yusuf Kalla sebagai calon wapres adalah partai kami dan bukan Golkar.'' Bila dinamik serang-menyerang atau sindir menyindir ini berjalan terus dari lingkungan partai masing-masing, lalu bagaimana nasib duet dipuncak kekuasaan? Akankah tetap solid atau mulai retak, akibat terbukanya strategi Golkar ini?.

Walaupun tetap rahasia
Seandainya PKS dan PD yang dalam Rakernas yang lalu ditetapkan sebagai ancaman yang akan dihadapi Golkar dalam Pemilu 2009 nanti tak terbuka oleh wartawan atau tak dibuka oleh Golkar dalam rakernas minggu lalu, kenyataannya memang akan demikian. Mau tak mau partai Golkar pastilah akan bersaing menghadapi PD dan PKS. PD dianggap saingan utama kerena ia merupakan partai dari presiden yang sedang berkuasa dan PKS juga merupakan saingan berat karena image dan kemampuannya menampilkan diri sebagai partai yang bersih, bermoral, dan siap siaga membantu rakyat yang dalam kesulitan.

Dibuka dan tidak strategi Golkar itu, sama saja tidak mengubah keadaan. Bedanya dengan dibuka atau terbukanya rahasia dapur Golkar itu, PD dan terutama PKS akan justru mendapatkan iklan gratis, sebab ia dianggap sebagai ancaman oleh sebuah partai terbesar di Indonesia. Bila sebuah partai terbesar menganggap PKS sebagai ancaman, artinya partai ini nantinya dianggap akan besar. Mustahil Golkar akan menyebut partai yang kecil dan tak mungkin besar ditetapkan sebagai ancaman bagi dirinya. Singa tak mungkin menganggap kucing hutan sebagai ancaman. Bila Singa menganggap kucing hutan sebagai ancaman, maka ini bukan kucing hutan sembarangan. Ini pastilah kucing hutan yang besar (big cat) yang juga disebut macan. Entah kucing ini kecil atau besar, bila dianggap sebagai bahaya oleh raja hutan, pastilah ia akan dihargai dikalangan penghuni hutan rimba. Ia bisa jadi akan menjadi alternatif bagi Golkar yang pada pemilu lalu keluar sebagai juara.

PKS seharusnya bergembira dan tidak marah-marah. Begitu juga dengan Partai Demokrat. Bila Golkar sang raja pemilihan umum yang lalu, menganggapnya sebagai saingan berat, ia juga bisa menjadi alternatif, sebab ia adalah partai dari yang sedang menjadi presiden. Ini juga merupakan iklan gratis bagi kedua partai itu. Dalam setiap ajang persaingan atau pertempuran, perang urat syaraf merupakan faktor yang penting juga. Kalau sejak awal sudah inferior atau tidak dianggap entah karena konflik intern atau karena kekurangan kader atau alasan-alasan lain, pastilah partai itu akan tampil dengan kurang percaya diri. Dalam budaya Melayu agak kurang etis kalau sebuah partai (apalagi partai kecil) mengaku akan tampil sebagai partai besar yang mampu mengalahkan juara pertama. Tapi kalau si juara menyebutkan hanya dua dari puluhan partai yang ada yang merupakan ancaman bagi kemenangan Golkar, maka dalam pandangan Golkar memang hanya kedua partai itulah partai yang kuat. Dan ini tentu mempengaruhi pandangan masyarakat.

Kejururan Golkar ini justru harus disyukuri dan bukan dihujat. Golkar adalah partai modern. Jangankan dengan pihak luar, di dalam dirinya sendiri pun ia secara terbuka mengumumkan siapa yang akan menjadi lawan siapa untuk merebut kedudukan ketua partai ataupun untuk calon presiden. Dengan kejujuran Golkar atau entah karena kelihaian wartawan itu, maka tak ada lagilah rahasia itu dan semuanya menjadi terbuka. Soalnya dewasakah kita menghadapi realitas persaingan ini. Ibarat rute pesawat yang 5 jam, bisakah bangsa ini menjalani rute lima tahunan di angkasa Indonesia dan tak mendarat darurat hanya karena terkuaknya persaingan antarpilot, kopilot serta awak-awak pesawat? Bukankah persaingan itu tanpa dibuka pun bakal terjadi, bahkan sekarang menjadi jelas dimata Golkar partai yang bermutu sebagai saingannya adalah PKS dan PD.

Kenapa harus marah. Justru kedua partai itu harus bangga dipilih sebagai dua besar dari puluhan partai yang ada yang pantas ditimbang sebagai saingan Golkar sebagai partai terbesar di negeri ini. Kenapa harus marah-marah seperti jaksa-jaksa di DPR kemarin. Bukan begitu?

Oleh:
Eki Syachrudin
Mantan Dubes RI di Kanada

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar

Cheria Bandung

Cheria  Bandung
Graha Internasional ( Bank of Tokyo ) Lt3 Jl. Asia Afrika No.129, Bandung 40112

Info Haji Bandung