Hasil audit dana kampanye Pilkada Jakarta baru diumumkan 26 Agustus nanti. Namun, hasil sementara audit dana kampanye sudah bisa diketahui. Ketua Pokja Kampanye KPUD Jakarta M. Taufik memberikan bocoran hasil sementara audit dana kampanye itu kemarin.
Menurutnya, hingga kemarin sudah bisa diketahui jumlah total dana kampanye yang digunakan selama perebutan kursi DKI 1 oleh dua pasang calon gubernur. Hasil sementara itu ternyata berbeda dengan audit ke dua pada 11 Agustus lalu. Menurut Taufik, di audit ke tiga ini, pasangan Fauzi Bowo-Prijanto berhasil mengumpulkan Rp 46 miliar untuk bertarung di pilkada. Angka Rp 46 miliar yang dilaporkan pasangan Fauzi Bowo-Prijanto itu tak berubah seperti saat mereka melaporkan dana kampanye 11 Agustus silam. Dari total dana yang masuk, tak semuanya habis selama pilkada. Masih tersisa Rp 40 juta.
Berbeda dengan pasangan Fauzi-Prijanto, dana kampanye Adang Darajatun-Dani Anwar pemasukan dana kampanye terus naik. Pada laporan 11 Agustus, pasangan yang disorong PKS itu melaporkan telah mengumpulkan Rp 45 miliar. Namun, saat audit ke tiga, pasangan itu mendapatkan tambahan sumbangan hingga menjadi Rp 49 miliar. "Dana pasangan Adang-Dani juga tersisa. Tapi saya lupa berapa persisnya sisa dana kampanye Adang-Dani," jelas Taufik.
Taufik menjelaskan mekanisme audit dana kampanye itu membidik alur keluar masuk dana yang diterima kedua pasangan. "Cash in dan cash out-nya yang diaudit. Dari situ bisa ketahuan siapa pemberi dana, untuk apa dana digunakan dan berapa sisa dana yang ada," paparnya. Dari pos pengeluaran, Taufik menyebut sekitar 40 persen dana kampanye kedua pasangan habis untuk pos belanja media, baik elektronik, cetak maupun radio. Sisanya, masuk dalam pos operasional.
Menariknya, dari aliran cash in dan cash out, diketahui pula siapa-siapa penyumbang dana untuk kedua pasangan. Menurut taufik, pasangan Adang Darajatun-Dani Anwar banyak mendapat gelontoran dana dari perseorangan. Jumlahnya mencapai 70 persen. Sedangkan pos sumbangan perorangan pasangan Fauzi Bowo-Prijanto mencapai 60 persen dari total dana yang didapatkan.
Pasangan Fauzi Bowo-Prijanto juga mendapatkan sumbangan dari perusahaan. Ada sekitar empat hingga lima perusahaan yang menyumbangkan dana untuk Fauzi Bowo-Prijanto, hingga batas maksimal sebesar Rp 350 juta. Sayang, Taufik mengaku lupa nama-nama perusahaan yang telah mengucurkan dananya untuk pasangan pemenang pilkada itu.
Taufik menegaskan, hingga saat ini proses audit masih berjalan. Jika kemudian diketahui pasangan Fauzi Bowo-Prijanto mendapatkan sumbangan dari BUMN, BUMD atau dana asing, dengan sendirinya kemenangan pasangan ini batal demi hukum. "Audit masih berjalan. Tunggu saja pengumuman finalnya nanti," pungkas Taufik.
Terbukti Mendapat Sumbangan Ilegal, Foke Batal Gubernur
Audit Dana Kampanye Jadi Penentu Terakhir
- Indopos, 24 Agt 2007
Home »Unlabelled » Betapa Repotnya Kalau Fauzi Bowo Gagal Jadi Gubernur
Betapa Repotnya Kalau Fauzi Bowo Gagal Jadi Gubernur
Diposting oleh Cheria Holiday on Jumat, 24 Agustus 2007
Cheria Bandung
Graha Internasional ( Bank of Tokyo ) Lt3 Jl. Asia Afrika No.129, Bandung 40112
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar